Apa yang Membuat Emas Populer di Kalangan Trader Komoditas?
Tanggal Diubah: 01/03/2026
Emas secara historis disebut sebagai aset 'Safe Haven' atau 'Penyimpan Nilai' yang merupakan tempat aman bagi investor untuk 'menyimpan' uang mereka selama masa ketidakstabilan atau ketidakpastian.
Dipuja selama ribuan tahun, Emas, logam mulia, secara historis telah digunakan dalam aktivitas industrial, kecantikan, dan yang terpenting, perdagangan. Fakta ini masih berlaku hingga hari ini di mana emas menggerakkan perdagangan di antara trader individu, hingga bank sentral dunia.
Karena emas merupakan komoditas yang diakui secara internasional sepanjang sejarah, tidak heran bahwa ia tetap menjadi komoditas populer di antara trader hingga hari ini.
Popularitas Emas di antara Trader
Popularitas emas dapat ditelusuri jauh kembali ke Mesir kuno dan seterusnya. Koin langka dan perhiasan zaman dulu banyak mengandung logam mulia ini, dan dipuji karena kecantikannya dan bukti sistem perdagangan yang canggih.
Hingga tahun 1970an USD berada pada sistem yang disebut Standar Emas. Ini berarti bahwa setiap ons emas diberi nilai USD yang terhubung langsung dengan dolar. Ini berarti bahwa untuk setiap dolar yang beredar, US mint harus menyimpan emas untuk mencetaknya. Jika pencetakan melebihi jumlah emas yang tersedia, itu akan menyebabkan inflasi.
Sistem ini ditinggalkan pada tahun 1973 untuk memberi jalan bagi sistem perbankan dan perdagangan yang lebih modern. Pada titik ini, emas mulai memiliki penilaian independen yang ditentukan oleh penawaran dan permintaan, bukan lembaga pemerintah.
Hubungan Emas dengan Mata Uang Global
Emas umumnya dipandang sebagai penyimpan nilai yang telah mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu, meskipun ada kenaikan dan penurunan ekonomi. Perekonomian besar seperti AS, Inggris, zona Euro, dan Tiongkok masih memegang cadangan emas besar, meskipun komoditas tersebut tidak terkait langsung dengan nilai mata uang.
Agar mata uang mampu mempertahankan nilainya, bank sentral menggunakan pembelian emas sebagai alat untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki aset fisik untuk membenarkan penilaian uang mereka. Negara-negara yang mengalami inflasi tinggi mungkin membeli emas untuk disimpan dalam cadangan mereka. Ini dilakukan untuk menanamkan kepercayaan pada investor dan trader, membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menstabilkan mata uang mereka. Meskipun ini hanya salah satu dari banyak alat yang digunakan bank sentral untuk mempertahankan mata uang yang stabil, trader mengakui logam kuning ini sebagai memberikan legitimasi yang lebih besar pada penilaian mata uang suatu negara.
Bagaimana Emas Diperdagangkan di Pasar?
Emas diperdagangkan di Chicago Mercantile Exchange (CME), dalam USD dan diukur dalam Troy ounce. Sistem pengukuran era abad pertengahan ini menerjemahkan satu Troy ounce menjadi 31,1034768 gram.
CME memungkinkan Anda melakukan trading kontrak futures emas batangan. Pembelian langsung dari CME mungkin disertai dengan komitmen untuk membeli, menyimpan, dan mengasuransikan aset yang mendasari, jika Anda memiliki kontrak saat kedaluwarsa. Sebagai alternatif, trader dapat membeli atau menjual kontrak emas dengan leverage, yang memaparkan trader pada volatilitas komoditas tanpa mengharuskan mereka membeli aset yang mendasari.
Kontrak leverage dapat dibuka terhadap harga spot logam saat ini, sehingga memungkinkan trader untuk mendapatkan eksposur pada volatilitas dan risiko logam ini tanpa membeli aset yang mendasari.